
The Martian menceritakan tentang seorang astronot Mark Watney (Matt Damon) yang diasumsikan telah mati dikarenakan badai pasir yang membuat ia terpisah dari kawanannya. Tetapi, Mark selamat dan sendirian di planet Mars. Perjuangannya bertahan hiduppun dimulai.
FYI, I've waiting for this movie for 1 years, and, on the first day this movie aired in my city, this DCP was broken. I really upset, and had to waited again, until 3 days ago. Tetapi, lama waktu menunggu itu benar-benar terbayarkan. Lemme tell you why. First, film ini memang sangat-sangat bagus dari segi plot, dan cinematography. Siapa yang tidak terpukau dengan betapa bagus dan betapa real-nya Mars dengan pengambilan shoot-shoot yang mewah, dan luar biasa indah, terlebih lagi saat malam dengan bintang-bintang, that one is the best, walaupun jika kalian lihat-lihat, memiliki set yang sama dengan Prometheus, but that's okay, karena helm udara, dan baju luar angkasanya juga mirip dengan film prometheus, and that what's make Ridley Scott, sang sutrada yang unik dengan gayanya sendiri, dan sangat berciri khas. And two, this movie really-really-really have so many great cast.
Film yang berdurasi 134 menit ini memang benar-benar on point, dan harus sesuai dengan fakta ilmiah yang ada, atau, tidak hanya mengada-ada. This is not just a journey to bring him home and over, The Martian merupakan survival dan rescue movie yang sangat baik dan luar biasa rapi dari segi plot untuk diceritakan. Believe me, jika kalian memang benar-benar mencintai science, you'll gonna love it as well as I am, because this movie is one of the freakin scientific movie ever made. Ridley Scott dengan cemerlang mendirect film ini dengan tegas, lugas dan jelas bahwa survival skill sangat dibutuhkan, dan there's always hope. Bahkan dengan ketidakmungkinan sekalipun, jika rasa untuk bertahan hidup itu tinggi, you'll gonna survive, also with science of course, and there is not only hope, also chance. Sedikit humor, dan soundtrack-soundtrack lucu yang mengisi durasi-durasi dalam film ini menjadikan film yang bertemakan ilmu pengetahuan alam ini menjadi tidak membosankan, seperti yang diajarkan dikelas-kelas.

There's one scene that really-really break my heart in this movie. Dan scene itu menciptakan pemikiran serta atmosfir bertahan hidup lainnya, yaitu disaat keadaan memburuk. This, is one of the scene that made this movie even better to watch. Kita tidak hanya memiliki satu kesempatan, tapi kita juga mempunyai kesempatan lain, hanya saja jika kita tidak mau menyerah. This movie teach me a lot. From science, how to survive skills, and motivation.
Saya sudah mengatakan kalau film ini memiliki pemeran-pemeran terbaik, and yes, they are. Jika kalian pernah melihat behind the scene film Gravity, pemerannya tidak hanya mengutamakan gaya bicara, ataupun pendalaman karakter, tetapi juga gerak tubuh. Scene yang memperlihatkan mereka sedang melayang-layang di udara tersebut, salah satu gerak tubuh yang harus dilatih. It's not just as simple as that, but really need a workhard training. Disamping Matt Damon yang memerankan Mark Watney dengan sangat brilliant, lucu, dan benar-benar membuat karakter Mark Watney tersebut benar-benar tidak dalam kondisi depresi, alias masih memiliki harapan. Setiap cast yang The Martian punya, should I mentioned them one by one? Just go check the imdb site, okay? Mereka memiliki performa yang sangat-sangat baik. Sesuai dengan porsinya, dan selalu fit di dalam layar, and again, they are not annoying. Mereka berperan layaknya seorang expert. Bahkan, seorang nerd-pun bisa menjadi hero yang sangat membantu menaikkan emosi dan rasa harapan untuk membawa Mark pulang bagi penonton, and this is a bravo!
Well, if I could say, this movie is almost flawless. Dengan score yang luar biasa menggugah
Jadi, penantian yang panjang,



No comments:
Post a Comment