October 8, 2015

THE WALK (2015) REVIEW : AN EXTRAORDINARY STORY OF PHILIPPE PETTIT

Sebuah film yang mengangkat tema biography, merupakan salah satu genre film yang diangkat ke layar lebar dengan tujuan untuk menceritakan kisah seseorang yang memiliki sejarah. Seperti Soekarno, salah satu film biography dari Indonesia yang diangkat ke layar lebar, dengan target untuk menceritakan kembali tentang bagaimana perjalanan hidup Soekarno, hingga mencapai kemerdekaan Indonesia. But this The Walk movie, about Philippe Pettit, is gonna blow your mind.



The Walk adalah sebuah film biography tentang Philippe Pettit (Joseph Gordon-Levitt), seorang thighrope walkers yang bermimpi untuk memasang tali di atas The Twin Towers dan berjalan diatasnya.

The Walk ini dibuka dengan cerita oleh Philippe Pettit diatas patung liberty. The first impression, yang bisa kalian dapat dari pembukaan ini adalah, bahwa Philippe, tidak takut akan ketinggian. That review is a joke, lol. Sorry, but seriously, itu merupakan salah satu awal yang baik. Dibuka dengan pengenalan diri yang baik oleh Philippe Pettit, sebuah cerita yang singkat, padat, dan tidak bertele-tele. I told you, that was a good start.

Believe me, this is just like another biography movie, paparan cerita tentang bagaimana Philippe Pettit besar, dan menjadi seorang Thighrope Walkers yang hebat, dan menurut saya, film ini bisa berakhir hanya dalam durasi 45 menit. Walaupun bisa berakhir dalam 45 menit, bukan berarti film ini tidak layak untuk ditonton. The Walk memiliki plot yang baik, perjalanan tentang Philipe Pettite untuk dapat meraih mimpinya, masih menyenangkan untuk diikuti, dan bagian untuk membuatnya menarik adalah cast. Great cast, with great performance save the movie, sometimes.



Joseph Gordon-Levitt, man, I'm a huge fan of him. I think, he's can be anyone. Tidak dipungkiri, memperani Philippe Pettit adalah salah satunya. Emosi, tension, ekspresi takut, damai, dan cara ia berbicara, and also that french language, diperankan dengan sangat-sangat baik. It's flawless, man. Dan dari segi cast, pembagian layar adalah yang terpenting, karena cast yang lain, juga dapat memperkuat inti cerita dan membuat film semakin menarik, dan film ini berhasil menampilkan pemain-pemain lainnya dengan porsi yang pas dan tidak annoying. Well, I don't really talk about another cast, like Annie yang diperankan oleh Charlotte Le Bon, Jean-Pierre oleh Clement Sibony, dan Papa Rudy yang diperankan oleh Ben Kingsley, they doing great, pembawaan karakter yang bagus, walaupun chemistry antara Philippe dan Annie tidak terlalu menggugah walaupun dia cantik, at least there is one scene. Satu cast yang menurut saya memerankan perannya dengan sangat baik, adalah Jean-Louis yang diperankan oleh James Badge Dale, the interesting part is, emotion and pendalaman karakternya was really great. I mean, that fear of high expression? Akting saat ia berusaha untuk membantu Philippe, that was amazing. Really, a good one.



Jadi, saya belum mengatakan bagian yang paling membuat film ini layak untuk ditonton. Well, for the story, ini hanya cerita biography biasa tentang Philippe Pettit, and his greatness achievement yang diceritakan dengan sangat baik, bahkan dengan Joseph Gordon-Levitt di atas Patung Liberty saja sudah baik dan cukup, saya rasa, lol. Jadi, yang membuat film ini menarik untuk ditonton dan yang saya maksud will gonna blown your mind adalah, cara Robert Zemeckis menyajikan tiap durasi yang penuh dengan scene-scene yang akan membuat orang-orang yang takut akan ketinggian bergidik, and I told you guys, that I'm fear of high. Film The Walk ini memiliki cinematography yang luar biasa, dan bagian itu terjadi ketika Philippe menyebrangi talinya diantara The Twin Towers. Shoot-shoot cerdas yang membuat pengalaman Philippe saat berada ditali menjadi tampak nyata dan akting Joseph Gordon-Levitt yang sangat-sangat baik seperti ia sudah mahir dengan Thighrope Walking tersebut membuat pengalaman menonton seakan-akan kita sedang berada diatas tali tersebut, dan selipan scene-scene thrill cerdas lainnya yang Robert Zemeckis selipkan di antara durasi-durasi film yang akan membuat adrenalin meningkat, is a good trick to make this movie even better. And I would say it again, some of this cinematography yes, yes, and yes, was an absolutely amazing make the movie feal so real.

Dan bagi kalian yang menontonnya di IMAX 3D, ataupun 3D biasa, film ini akan jadi lebih-lebih-lebih menantang, ketimbang nonton pada versi 2D. Because, one of the good part of a 3D, is making the movie, like you watching from a big window, and feel so real. - 3.75/5. Sorry man, I'm watching it in 2D.


No comments:

Post a Comment